9 proses fotografi alternatif yang wajib dicoba oleh setiap fotografer
Proses fotografi alternatif adalah teknik langsung eksperimental yang melampaui fotografi digital, menggunakan cahaya, kimia, dan material fisik untuk menciptakan gambar yang unik. Dari fotografi tintype hingga chemigram, metode fotografi alternatif ini mengajak para fotografer untuk memperlambat tempo dan terhubung kembali dengan akar dari media tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, proses alternatif telah muncul lagi, dengan komunitas Instagram seperti @alternativeprocesses yang mendukung generasi baru seniman yang terinspirasi oleh teknik historis dan foto-foto buatan tangan.
Kami mewawancarai sembilan seniman luar biasa tentang proses fotografi alternatif yang paling berkesan bagi mereka, mulai dari pencetakan karbon hingga chemigram. Meskipun kita hanya membahas sebagian kecilnya, berikut beberapa teknik yang setidaknya harus dicoba sekali oleh setiap fotografer, beserta tips untuk memulainya.
1. Fotografi tintype
Apa itu fotografi tintype?
Foto tintype, yang terkadang disebut "ferrotype" pertama kali muncul pada tahun 1850-an. Seperti yang dapat ditebak dari namanya, fotografi tintype melibatkan pemrosesan gambar pada lembaran logam tipis, biasanya terbuat dari besi. Foto tintype dapat dibuat menggunakan metode gelatin (kering) atau kolodion (basah).
“Di era di mana sebagian besar foto tersimpan di hard drive atau di ponsel kita, foto tintype adalah objek fisik yang dapat bertahan selama beberapa generasi”, jelas fotografer potret yang berbasis di Brooklyn, Josh Wool, yang menggunakan metode pelat basah dan kamar gelap portabel. “Susunan kimia khusus dari bahan kimia yang digunakan dalam proses tersebut menghasilkan tonalitas dan tekstur yang tidak ditawarkan oleh media lain”.
Cara melakukan fotografi tintype
Fotografi tintype adalah proses yang menghasilkan gambar positif langsung pada pelat logam tipis. Untuk memulai, Anda perlu pelat logam yang sudah disiapkan, kamera format besar, lensa, dan akses ke kamar gelap atau ruang kerja yang terkontrol, tergantung metode pilihan Anda.
Ada dua pendekatan utama untuk fotografi tintype: pelat basah dan pelat kering. Dalam fotografi tintype pelat basah, pelat logam dilapisi dengan campuran kolodion yang peka cahaya, ditempatkan ke dalam rendaman perak nitrat, lalu diekspos dengan kamera selagi masih basah. Pelat harus segera dideveloping dan difixing sebelum mengering, itu sebabnya fotografi tintype pelat basah biasanya perlu kamar gelap portabel dan pengaturan waktu yang cermat.
Fotografi tintype pelat kering menggunakan emulsi gelatin yang sudah dilapisi dan dibiarkan mengering sebelum pemaparan. Metode ini menawarkan waktu kerja yang lebih lama dan fleksibilitas yang lebih besar, karena pelat tidak perlu didevelop segera setelah pemaparan. Meskipun foto tintype pelat kering seringkali lebih praktis untuk pemula, foto jenis ini dapat menghasilkan kualitas tonal yang sedikit berbeda dibandingkan dengan tampilan pelat basah klasik.
Karena fotografi tintype melibatkan bahan kimia dan peralatan khusus, pemula disarankan untuk mempelajari prosesnya dengan cermat dan mengikuti panduan keselamatan yang sesuai sebelum memulai.
Tips fotografi tintype
Tips pertama dari Josh untuk para fotografer tintype pemula sangat sederhana: Lakukan riset. “Ini adalah proses yang sangat rumit dan berpotensi berbahaya jika Anda tidak memperhatikan cara penggunaan dan penyimpanan bahan kimia yang digunakan”, katanya kepada kami. “Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan orang dalam fotografi tintype adalah tidak menjaga kebersihan dan perawatan yang baik terhadap bahan kimia dan peralatan mereka. Ini meliputi sebagian besar masalah yang terjadi.
“Kesalahan besar lainnya adalah mencoba mempercepat proses pembelajaran. Pemahaman tentang nuansa proses tersebut, terutama hubungan antara waktu pemaparan dan waktu developing, diperoleh melalui praktik. Proses pembelajarannya tidak cepat, jadi kesabaran dan ketekunan adalah kuncinya.”
2. Fotogram
Apa itu fotogram?
Foto tanpa kamera ini telah menjadi favorit para seniman mulai dari László Moholy-Nagy hingga Man Ray, sehingga memberikan banyak warisan sejarah bagi fotogram. Fotogram dibuat dengan menempatkan objek langsung di atas kertas peka cahaya dan memaparkannya ke cahaya, menghasilkan siluet berdasarkan seberapa banyak cahaya yang terhalang.
Cara membuat fotogram
Untuk membuat fotogram sendiri, Anda kemungkinan besar perlu akses ke alat pembesar kamar gelap untuk mengontrol secara tepat cahaya yang mengenai kertas foto Anda.
Selanjutnya, Cukup letakkan objek pilihan Anda langsung di atas kertas untuk membuat komposisi, paparkan objek tersebut ke cahaya, lalu lakukan developing dan fixing pada gambar (seperti yang Anda lakukan jika mencetak dari foto negatif). Penempatan objek akan menghasilkan siluet putih seperti hantu, sementara area yang terkena cahaya akan menggelap menjadi abu-abu setelah diproses.
“Fotogram itu unik karena tidak ada foto negatif untuk mereplikasi apa yang telah Anda buat”, jelas seniman yang berbasis di Nottingham, Inggris, Pauline Woolley. "Ini hanya cahaya, kertas, dan alkimia. Anda menciptakan sebuah gambar dari peralatan yang sangat mendasar, yang berakar pada sejarah fotografi.
“Fotogram bersifat abstrak dan eksperimental, tetapi mengajarkan Anda dasar-dasar cara kerja cahaya dan pemaparan. Anda perlu membuat strip uji serupa dengan cara Anda membuat strip uji saat mencetak foto negatif. Selain itu, mengetahui waktu pemaparan dan apakah Anda perlu membuka atau menutup lensa pembesar akan mengurangi rasa frustasi dan menghemat kertas.”
Tips membuat fotogram
Menggunakan beragam bahan dan penempatan adalah salah satu cara termudah untuk menciptakan fotogram yang lebih kompleks secara visual. Tips dari Pauline adalah menggunakan kombinasi benda transparan, semi-transparan, dan buram saat menciptakan komposisi Anda. “Ini akan menghasilkan gambar yang lebih menarik daripada hanya satu benda yang diletakkan di atas kertas”, katanya. "Komposisi bisa dibuat lebih dinamis dengan menempatkan objek dekat tepi kertas, di atas tepi, atau pada beberapa lembar kertas".
3. Cetakan lumen
Apa itu cetakan lumen?
Lumen print adalah proses fotografi tanpa kamera yang berawal dari eksperimen awal William Henry Fox Talbot pada tahun 1830-an. Gambar dibuat dengan memaparkan kertas foto peka cahaya langsung ke cahaya matahari, menghasilkan pergeseran warna organik dan hasil yang tidak terduga.
Cara membuat cetakan lumen
Untuk membuat cetakan lumen, Anda perlu kertas foto gelatin perak, fixer, wadah untuk bahan kimia, penjepit, dan bingkai cetak kontak. Bingkai foto lama juga bisa digunakan.
Dalam keadaan gelap, letakkan benda-benda pilihan Anda, seperti spesimen botani atau potongan kertas, langsung di atas kertas sebelum memaparkannya ke sinar matahari. Ini bedanya cetakan lumen dengan fotogram: Alih-alih menggunakan pembesar kamar gelap, matahari bertindak sebagai sumber cahaya. Setelah pemaparan selesai, pindahkan ke area gelap atau di bawah cahaya yang aman, pindahkan objek, cuci kertas, dan diamkan selama beberapa menit sebelum membilasnya kembali.
Tips membuat cetakan lumen
Ketika membuat cetakan lumen, eksperimen adalah kuncinya. Waktu paparan dapat berkisar dari beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung pada intensitas cahaya matahari, kondisi cuaca, dan jenis kertas fotografi yang digunakan.
Untuk menghasilkan warna yang lebih kaya, cobalah menggunakan kertas gelatin perak yang sudah kedaluwarsa dan bereksperimenlah dengan bahan organik yang berbeda, seperti daun atau bunga. Menjaga kertas tetap sedikit hangat selama pemaparan dapat membantu memperkuat pergeseran tonal. Selain itu, segera memfixing hasil cetak akan membantu mempertahankan warna akhir. Cetakan lumen pada dasarnya tidak dapat diprediksi, jadi menerima variasi adalah bagian dari proses kreatif.
Seperti banyak proses alternatif yang dibahas di sini, Anda akan melihat beberapa tumpang-tindih, dan Anda juga bisa menggabungkan teknik sesuai keinginan. "Saya menganggap cetakan saya sebagai kombinasi dari Chemigram dan Cetakan Lumen", jelas seniman yang berbasis di Richmond, Tom Condon. "Saya memamparkan kertas pada cahaya siang hari seperti yang Anda lakukan dengan Cetakan Lumen tradisional, tetapi saya banyak bereksperimen dengan bahan kimia dan resist di kamar gelap. Terkadang, proses develop gambar bisa memakan waktu hingga dua jam sebelum mencuci cetakan.
"Aspek favorit saya dalam berkarya dengan cara ini adalah kolaborasi yang saya rasakan antara diri saya dan bahan-bahan yang saya gunakan. Berkarya dengan bahan kimia basah secara artistik perlu kontrol yang luar biasa sambil tetap terbuka terhadap unsur kebetulan. Terkadang, saya merasa seperti sedang menari dengan karya saya. Seberapa pun banyaknya yang saya pelajari tentang proses-proses ini, setiap hasil cetakan selalu mengajarkan saya hal baru.
"Berkarya dengan cara ini, memadukan teknik Lumen dan Chemigram, juga perlu kesabaran yang luar biasa. Sifat eksperimental dari proses ini berarti bahwa akan ada banyak kegagalan dan juga keberhasilan. Saya akan mengajak siapa pun yang tertarik pada teknik alternatif untuk menerima semua kesalahan. Setiap kali hasil cetakan tidak sesuai harapan, itu adalah peluang untuk penemuan dan pertumbuhan".
4. Sianotipe
Apa itu sianotipe
Sianotipe berkaitan erat dengan fotogram dan cetakan lumen, tetapi paling dikenal karena warna biru Prusia yang khas. Proses fotografi alternatif ini menghasilkan gambar melalui paparan cahaya matahari dan reaksi kimia sederhana, sehingga menghasilkan cetakan grafis yang berani.
Cara membuat sianotipe
Proses ini akan terasa familiar sekarang. Buat komposisi Anda dengan menempatkan objek atau foto negatif langsung di atas kertas peka cahaya, paparkan ke cahaya terang matahari, lalu rendam dalam air untuk menampilkan gambar. Waktu pemaparan yang lebih lama menghasilkan warna biru yang lebih pekat, dan beberapa fotografer menambahkan hidrogen peroksida untuk mempercepat proses developing.
"Ada banyak alasan mengapa sianotipe istimewa: Warna biru tua yang pekat menarik perhatian dan berkarya dengan salah satu proses fotografi paling awal itu sangat seru. Proses ini ditemukan pada tahun 1840-an”, kata seniman Islandia dan Inggris, Inga Lisa Middleton kepada kami.
“Proses ini juga cukup sederhana dan hemat biaya untuk dikuasai. Di era proses fotografi berteknologi tinggi ini, sungguh memuaskan untuk menciptakan gambar menggunakan teknik sederhana dan manual, di mana sinar matahari alami mengekspos gambar dan air membantu proses developing dan fixing. Selain itu, kemungkinan yang bisa dihasilkan dari kertas dan permukaan tidak terbatas.”
Banyak fotografer yang terinspirasi dari fotografer dan ahli botani awal Anna Atkins dan menggunakan tumbuhan dalam sianotipe mereka, tetapi proses ini memungkinkan berbagai pendekatan kreatif. "Saya lebih suka menggunakan foto negatif yang saya potret sendiri atau meminta izin untuk menggunakannya", kata Inga. "Saya biasanya menggunakan kertas cat air 200gsm dan lampu UV untuk kontrol yang lebih baik dan konsistensi cetakan.
“Warna biru sian dan proses pembuatannya sangat selaras dengan seri terbaru yang sedang saya kerjakan, Thoughts of Home, yang menampilkan objek-objek alami dari negara asal saya, Islandia. Warna biru memiliki konotasi kerinduan, dan ini membangkitkan cahaya biru Arktik yang sejuk".
Tips membuat sianotipe
Pengerjaan bahan kimia yang tepat dan pembilasan menyeluruh sangat penting untuk menghasilkan cetakan sianotipe yang bersih dan stabil. Inga juga menyarankan untuk membeli bahan kimia secara terpisah dan melapisi kertas sendiri daripada mengandalkan perlengkapan yang sudah jadi. "Selalu gunakan masker saat mencampur bahan kimia dan saat melapisi kertas dengan larutan", dia memperingatkan. “Proses ini sangat bergantung pada eksperimen, dan saya pikir orang-orang yang menggunakannya akan menemukan berbagai cara penggunaan yang sesuai untuk mereka. Satu hal yang perlu dipastikan adalah membilas hasil cetakan dengan baik setelah pemaparan untuk menghilangkan warna kehijauan. Dengan begitu, Anda dapat memperbaikinya dengan tepat”.
5. Cetakan gumoil
Apa itu cetakan gumoil?
Pencetakan dengan teknik gumoil perlu banyak tenaga dan waktu, tetapi hasilnya sepadan. Secara sederhana, proses ini menggunakan campuran gum arab dan bikromat, sinar UV, dan cat minyak untuk menghasilkan gambar positif. “Cetakan gumoil tidak dapat dibuat persis sama seperti cetakan sebelumnya”, jelas Terri Cappucci, seniman fotografi dan konservator foto yang berbasis di Massachusetts. “Setiap hasil cetakan memiliki ciri khasnya sendiri, sehingga hasil akhirnya menjadi foto buatan tangan yang unik dan tiada duanya”.
Cara membuat cetakan foto gumoil
Pencetakan fotografi gumoil dimulai dengan membuat film positif dari gambar fotografi, yang kemudian digunakan untuk memaparkan kertas peka cahaya di bawah sinar UV. Setelah pemaparan, kertas didevelop dan dipersiapkan agar cat minyak dapat diaplikasikan dan dihilangkan secara selektif, sehingga menampakkan gambar akhir melalui lapisan tona dan tekstur.
“Proses ini melibatkan banyak tahapan, mulai dari foto Anda, hingga film positif, kertas peka cahaya, paparan UV yang tepat, lalu langkah-langkah developingnya. Sebagai seorang seniman dan fotografer, saya sangat menyukai aspek taktil dari pencetakan gumoil. Setelah mengaplikasikan cat minyak pada cetakan saya, gambar itu mulai terlihat jelas. Namun, keajaiban sesungguhnya terjadi saat cat dihapus secara perlahan, dan gambar pun terlihat. "Ini adalah percampuran indah antara cat lama dan air, yang berpuncak pada kejutan yang terungkap", kata Terri kepada kami.
Tips membuat cetakan gumoil
Ini bukan proses yang mudah, jadi luangkan waktu Anda untuk berlatih dan belajar. “Ini adalah proses yang sangat tidak stabil, dan perlu banyak percobaan untuk mendapatkan gambar dengan tampilan yang Anda inginkan”, kata Terri. “Anda tidak bisa sukses tanpa banyak kesabaran dan kemauan untuk berbuat kesalahan dan memulai lagi”. Bagi semua orang, ini semua adalah eksperimen. Pertama kali saya mencoba proses ini, saya langsung menyerah.
"Kira-kira empat tahun kemudian, saya mencoba lagi. Kali ini, saya membawa buku catatan untuk menulis langkah-langkah saya, membuat banyak catatan kecil, dan mencoba konsisten saat mulai melihat progres. Ini benar-benar langkah kecil dan banyak penyesuaian untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, sensasinya benar-benar terasa saat Anda berhasil membuat cetakan gumoil pertama yang dapat Anda kenali. Sekali lagi, semuanya berkat kesabaran dan ketekunan”.
6. Pencetakan karbon
Apa itu pencetakan karbon
Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1850-an, pencetakan karbon adalah proses fotografi yang menggunakan kertas atau tisu yang dilapisi dengan lapisan gelatin yang mengandung pigmen, bukan perak atau garam logam lainnya. Dikenal karena ketajaman dan ketahanannya, pencetakan karbon menghasilkan gambar dengan tekstur yang kaya dan rentang tona yang luar biasa.
“Yang terpenting, hasil cetakan karbon memiliki kualitas tiga dimensi yang tidak dimiliki oleh proses lain”, kata ahli pencetakan karbon dan pendidik, Calvin Grier kepada kami.
Cara kerja pencetakan karbon
Proses pencetakan karbon melibatkan pemindahan lapisan gelatin berpigmen ke penyangga akhir, menciptakan gambar melalui beberapa pemaparan dan tahap developing. Karena gambar dibentuk dari pigmen yang stabil dan bukan logam yang peka terhadap cahaya, cetakan karbon dianggap sebagai salah satu cetakan fotografi paling permanen yang pernah dibuat.
“Mustahil untuk mengira hasil cetakan karbon sama dengan hasil cetakan inkjet atau c-print yang murah. Proses transfer karbon adalah salah satu cara paling permanen untuk mencetak foto, dan ini juga salah satu yang paling langka. Bahkan sejak awal pencetakan foto, di mana cetakan platinum dan karbon menjadi puncak kualitas, cetakan karbon lebih mahal karena proses pembuatannya sangat membutuhkan banyak tenaga kerja", jelas Calvin.
“Semua cetakan karbon adalah karya edisi terbatas, bukan karena seniman secara acak menetapkan jumlah cetakan yang akan dibuat, tetapi karena perlu waktu satu minggu penuh untuk membuat satu cetakan. Saya sangat menikmati menyaksikan cetakan ini menjadi nyata". Untuk mendapatkan kualitas terbaik, Calvin mencetak secara berlapis-lapis: "Pertama, saya meletakkan warna kuning, kemudian oksida besi, lalu magenta, dan pada lapisan cyan, gambar mulai muncul, lalu dengan lapisan hitam, semuanya menyatu".
Tips pencetakan karbon
Jika memungkinkan, Calvin menyarankan untuk belajar dengan seorang ahli agar benar-benar memahami prosesnya. "Saya sarankan untuk mengikuti workshop dengan seseorang yang memahami pencetakan karbon", katanya. "Saya harap saya memiliki kesempatan itu saat memulai, tetapi hanya tiga orang di dunia yang memenuhi syarat untuk melakukannya dan tidak memberikan workshop. Saya perlu waktu hampir dua tahun, bekerja dua belas jam sehari, enam hari seminggu sampai saya membuat cetakan yang bagus". Meski begitu, terlepas dari tantangan yang menyertai pencetakan karbon, Calvin mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menandinginya, bahkan setelah hampir 200 tahun.
7. Cetakan klorofil
Apa itu pencetakan klorofil
Dipopulerkan oleh seniman Binh Danh, pencetakan klorofil persis seperti namanya: Proses fotografi yang menggunakan daun hidup untuk menciptakan gambar. Dengan langsung meletakkan gambar ke daun yang kaya akan klorofil, fotografer menciptakan cetakan organik dan fana yang ada di antara fotografi dan alam.
Cara membuat cetakan klorofil
Untuk membuat cetakan klorofil, Anda perlu memilih gambar transparan atau positif, bingkai cetak kontak, dan cahaya matahari langsung. Gambar dicetak langsung pada daun hidup yang mengandung kadar klorofil tinggi. Gambar transparan dengan kontras tinggi, daun hijau yang rata, dan waktu paparan yang lama, seringkali berlangsung berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, cenderung memberi hasil terbaik.
Setelah gambar tercetak sempurna, cetakan klorofil dapat diawetkan menggunakan rendaman tembaga sulfat atau dengan memfixing daun ke dalam resin atau pernis untuk memperlambat kerusakan.
"Pencetakan klorofil adalah teknik yang relatif baru, tetapi mengingatkan pada gambar-gambar dari masa lalu", kata seniman visual dan pendidik asal Chili, Kimberly Halyburton Fuster. "Ada sesuatu yang magis di dalamnya karena ini adalah proses yang lambat di mana Anda mengamati perubahan warna daun saat mendapatkan intensitas sinar matahari.
"Ketika saya menemukannya, saya sedang mencari proses fotografi yang ramah lingkungan untuk pengembangan karya dan saya juga sedang hamil, jadi saya tidak bisa menggunakan bahan kimia developing atau emulsi. Menemukan proses fotografi yang hanya menggunakan tumbuhan, sungguh luar biasa. Saya melakukan banyak riset sendiri untuk mengembangkan proses saya karena saat itu tidak ada yang mengajarkan kursus tentang hal ini, dan sekarang saya telah mendedikasikan diri untuk mengajarkan teknik ini.”
Tips membuat cetakan klorofil
Seperti sebagian besar proses dalam artikel ini, pencetakan klorofil adalah sebuah eksperimen. "Anda perlu mencoba berbagai jenis tanaman dan kelopak bunga karena tidak semua jenis tanaman dan kelopak bunga bisa cocok", saran Kimberly. "Saran saya adalah gunakan sesuatu yang tipis dan lentur; ada banyak sayuran dan tanaman liar yang memberikan hasil yang baik. Tergantung di mana Anda berada di dunia dan seberapa terik mataharinya, prosesnya bisa memakan waktu mulai dari beberapa jam hingga beberapa minggu, jadi Anda harus terus memantau perubahan warna halus pada daun”.
8. Pengangkatan emulsi polaroid
Apa itu pengangkatan emulsi
Pengangkatan emulsi adalah proses memindahkan lapisan emulsi dari selembar film instan ke permukaan lain, yang paling umum adalah kertas. Hasilnya adalah gambar yang lembut dan artistik dengan tekstur organik.
Cara membuat pengangkatan emulsi
Untuk melakukan pengangkatan emulsi Polaroid, mulailah dengan foto instan yang sudah dicetak sempurna. Lepaskan lapisan kertas belakang dengan hati-hati dan rendam gambar dalam air hangat hingga lapisan emulsi mulai terpisah.
Setelah terlepas, angkat emulsi secara perlahan menggunakan kuas lembut dan usapkan ke permukaan yang Anda pilih, seperti kertas cat air. Saat emulsi masih basah, Anda dapat memanipulasi bentuk dan teksturnya sebelum membiarkannya mengering secara alami. Mengerjakan secara perlahan dan sabar sangat penting, karena emulsi tersebut rapuh dan mudah robek.
Anda perlu gunting, wadah untuk air hangat dan dingin, serta beberapa kuas untuk mengangkat dan membentuk emulsi.
“Menurut saya, mengangkat emulsi bisa menjadi pengalaman meditatif dan terapeutik, bahkan ritual penyembuhan emosional”, kata fotografer instan dan seniman yang berbasis di Guatemala City, Isabel Herrera kepada kami.
“Sejak saya memutuskan untuk mengambil foto Polaroid tertentu yang menarik perhatian, saya meluangkan waktu di mana saya bisa sendirian, tanpa gangguan dan tanpa teralihkan, dalam keheningan total. Saya tidak pernah tahu seperti apa produk akhirnya nanti, dan inilah yang paling saya nikmati.
“Saya membayangkan pengalaman mengangkat emulsi sebagai alegori kehidupan: Saya ingin atau mengharapkan emulsi tersebut menghasilkan bentuk, warna, atau tekstur tertentu, tetapi saat saya perlahan dan hati-hati mengerjakan pengangkatan gambar, emulsi tersebut mengungkapkan jalan atau hasil yang ingin diberikannya kepada saya. Terkadang, hal itu menyenangkan; terkadang, juga memusingkan, tetapi itu tidak pernah berhenti mengejutkan dan membuat saya kagum”.
Tips membuat pengangkatan emulsi
Saran Isabel adalah untuk langsung mencoba. “Saya tahu banyak yang ragu untuk mencoba teknik pengangkatan emulsi karena prosesnya yang rumit dan perlu kesabaran, atau karena takut merusak foto Polaroid mereka yang masih bagus”, akunya. "Namun, seperti halnya segala sesuatu yang baru, satu-satunya cara untuk menguasainya adalah dengan mencoba dan berlatih. Saya sarankan menggunakan foto yang tidak masalah jika rusak. Foto yang hasilnya tidak sebagus yang Anda harapkan. Selain itu, cobalah menggunakan film Hitam Putih sebelum Film Berwarna, karena jauh lebih mudah untuk mengangkatnya.
“Berlatihlah menggunakan suhu air yang berbeda di dalam panci (air hangat kuku paling cocok untuk saya), dan berlatihlah menggunakan kuas dan gerakan yang berbeda saat mengangkatnya. Saya biasanya menempatkan tiga atau empat kuas di dekat saya, masing-masing dengan ujung dan lebar yang berbeda. Seiring waktu, Anda akan belajar untuk memiliki "rasa" yang tepat agar tahu kuas mana yang diperlukan. Saya juga menyarankan untuk menggunakan kertas cat air dengan tekstur yang lebih tebal, karena memungkinkan Anda untuk mengerjakan gambar yang terendam lebih lama karena gambar tersebut menempel pada kertas”.
Pelan-pelan saja. “Mencoba mengangkat gambar terlalu cepat atau tiba-tiba sebelum gambarnya siap dapat merobek gambar”, jelas Isabel. “Penting untuk mengerjakan secara perlahan dan hati-hati, membiarkan gambar terlepas dengan sendirinya saat Anda mendorongnya perlahan menggunakan kuas.”
“Beberapa gambar terlepas lebih cepat daripada yang lain; beberapa terlepas setelah beberapa menit, sementara gambar lain perlu waktu hingga dua puluh menit atau lebih. Semuanya tergantung pada film, usia foto, dan suhu air. Ada banyak faktor yang tidak dapat dikendalikan, tetapi seperti kata Sally Mann, 'Ketidakpastian' dapat memberi kita hasil yang tak terduga dan luar biasa”.
9. Chemigram
Apa itu chemigram
Sering digambarkan sebagai kombinasi lukisan dan fotografi, chemigram adalah gambar fotografi tanpa kamera yang dibuat menggunakan bahan kimia kamar gelap dan kertas peka cahaya. Selain bahan kimia fotografi tradisional, bahan-bahan rumah tangga seperti kopi atau jus lemon juga dapat digunakan untuk menciptakan gambar abstrak. Prosesnya dimulai pada tahun 1956, saat seniman Belgia, Pierre Cordier pertama kali bereksperimen dengan kertas foto dan cat kuku.
Cara membuat chemigram
Chemigram dibuat dengan mengaplikasikan resist kimia, seperti zat developer atau bahan rumah tangga, pada kertas foto sebelum dan selama terpapar cahaya.
"Ini adalah proses yang mudah dipelajari dan siapa pun bisa melakukannya", kata fotografer eksperimental Mark Tamer kepada kami. "Yang diperlukan hanya kertas foto lama (jenis yang digunakan di kamar gelap), beberapa cairan developer dan fixer (mudah dibeli secara online), serta rasa ingin bereksperimen dan bersenang-senang.
"Setelah memiliki kertas foto, Anda bisa mengeluarkannya dari tas di siang hari. Biasanya, ini adalah ide buruk karena akan merusak kertas, tetapi tidak masalah untuk tujuan kita. Ide utamanya adalah menambahkan zat ke kertas yang akan 'menahan' proses developing dan fixing.
"Ini bagian serunya. Anda dapat menambahkan apa pun yang Anda suka. Sesuatu yang lengket akan sangat membantu, karena butuh waktu lama untuk membersihkannya. Dulu, orang-orang menggunakan hummus, madu, pasta gigi, krim wajah, dan lipstik. Proses ini adalah proses eksperimen, jadi cobalah apa pun yang bisa Anda dapatkan. Anda bisa membentuk pola dan bentuk dengan bahan resist atau membiarkannya menempel begitu saja di atas kertas.
“Selama proses ini, kertas tersebut terpapar cahaya, yang memulai sebuah proses kimia. Tahap berikutnya adalah memasukkan kertas ke dalam developer atau fixer. Anda bisa bergantian di antara keduanya, dan ini akan mengacaukan proses kimiawi serta memunculkan bentuk yang tidak biasa dan tidak terduga pada kertas. Terkadang, Anda bahkan bisa memunculkan beberapa warna dari kertas hitam putih".
Tips membuat chemigram
Karena chemigram timbul akibat reaksi kimia dan bukan paparan yang tepat, hasilnya dapat sangat bervariasi, dan eksperimen itu penting.
Ketertarikan Mark pada chemigram semakin mendalam seiring waktu, dan ini adalah proses yang dapat ia eksplorasi di rumah dengan sarana terbatas, termasuk kertas foto lama yang dibeli secara online. “Saya rasa proses ini membantu membangkitkan kembali rasa takjub layaknya anak kecil terhadap keajaiban fotografi, karena segala sesuatu muncul dari ketiadaan di depan mata kita”, tuturnya.
Pertanyaan umum
Apa itu proses fotografi alternatif?
Proses fotografi alternatif adalah teknik non-digital yang bergantung pada bahan peka cahaya, kimia, dan metode manual untuk menciptakan gambar. Contohnya termasuk fotografi tintype, sianotipe, fotogram, dan chemigram.
Apakah proses fotografi alternatif cocok untuk pemula?
Ya, banyak proses fotografi alternatif yang ramah pemula. Teknik seperti fotogram, cetakan lumen, dan sianotipe hanya perlu sedikit peralatan dan merupakan awal yang bagus untuk bereksperimen.
Apakah proses fotografi alternatif perlu kamar gelap?
Tidak semua proses fotografi alternatif perlu kamar gelap. Meskipun fotografi tintype dan chemigram biasanya perlu pencahayaan yang terkontrol, namun proses seperti sianotipe, cetakan lumen, dan pencetakan klorofil dapat dilakukan dengan menggunakan cahaya matahari.
Apa proses fotografi alternatif yang paling awet?
Pencetakan karbon dianggap sebagai salah satu proses fotografi alternatif yang paling awet. Jika dibuat dengan benar, cetakan karbon dapat bertahan selama berabad-abad karena komposisi kimianya yang berbasis pigmen.
Kesimpulan
Proses fotografi alternatif mengajak para fotografer untuk memperlambat tempo, bereksperimen, dan terhubung kembali dengan akar fisik fotografi. Baik Anda tertarik pada sianotipe, cetakan klorofil, atau chemigram, teknik fotografi alternatif ini menawarkan potensi kreatif tanpa batas di luar layar digital. Dengan menerima ketidaksempurnaan, kesabaran, dan eksperimen langsung, para fotografer dapat menemukan cara-cara baru untuk melihat dan membuat gambar yang terasa sangat personal dan unik.
Tentang kontributor
Feature Shoot Menampilkan karya fotografer internasional pendatang baru dan mapan yang mentransformasi media melalui proyek-proyek mutakhir yang menarik, disertai kontribusi penulis dari seluruh dunia.