
Paul V Harrison
Fotografer
Australia
Berasal dari Britania Raya dan kini tinggal di Perth, Australia Barat, Paul V Harrison adalah seorang fotografer alam dan astrofotografer. Yang awalnya hanya merupakan foto dokumentasi sederhana dari tempat-tempat yang ia kunjungi, perlahan berkembang menjadi karya fotografi yang dirancang dengan cermat, yang menampilkan keindahan alam maupun langit malam. Melalui fotografi makro dan astrofotografi, Paul memadukan teknik lapangan yang cermat dengan pengolahan pasca-pengambilan gambar yang teliti untuk mengungkap detail yang sering terlewatkan, mulai dari laba-laba mungil yang melompat hingga nebula Hidrogen Alfa luas yang tersembunyi di dalam Bima Sakti.
Karya kreatif
Fotografi
Astrofotografi
Fotografi
Astrofotografi
Fotografi
Astrofotografi
Fotografi
Astrofotografi
Fotografi
Astrofotografi
Pertanyaan & Jawaban
Sejujurnya, saya tidak berpikir seperti itu. Saya memotret untuk diri sendiri. Kalau orang lain menyukai karya saya, saya anggap itu bonus. Saya selalu menyukai kegiatan di alam bebas, dan melalui karya fotografi saya, saya ingin membagikan momen-momen tersebut untuk membantu orang-orang menghargai, dan pada akhirnya melindungi, apa yang masih kita miliki, baik itu lokasi dengan langit gelap yang indah maupun laba-laba mungil warna-warni yang melompat.
Setelah salah satu kamera Sony saya dimodifikasi untuk merekam data Hidrogen Alfa, cara pandang saya terhadap langit malam pun berubah total. Kamera yang telah dimodifikasi ini memperlihatkan nebula hidrogen yang sangat luas, yang tak terlihat baik oleh mata manusia maupun kamera biasa, dan mempelajari cara mengintegrasikan data tersebut ke dalam astrofotografi bidang lebar saya telah menjadi hobi yang sungguh saya tekuni selama beberapa tahun terakhir.
Ini merupakan proses pembelajaran yang menantang, tetapi hasilnya sangat memuaskan. Saya telah mendapatkan banyak inspirasi dari sesama fotografer asal Australia Barat, Trevor Dobson dan Leonel Padron, sementara alat-alat astrofotografi dari Affinity(terbuka di tab atau jendela baru) telah membantu saya menyempurnakan alur kerja saya.
Almarhum Dale Sharpe yang hebat pernah mengajarkan kepada saya bahwa Bima Sakti seharusnya menjadi “sentuhan akhir” dalam astrofotografi lanskap. Dengan mempertimbangkan hal itu, saya selalu mencari latar depan menarik yang dapat melengkapi langit malam, bukan yang justru lebih menonjol.
Filter Hapus Latar Belakang Astrofotografi(terbuka di tab atau jendela baru) selalu saya gunakan di hampir setiap alur kerja saya. Filter ini sangat berguna untuk menyeimbangkan warna dan kecerahan langit malam, dan biasanya saya lanjutkan dengan Penyesuaian Warna Selektif untuk menyempurnakan gambar akhir.
Namun, untuk fotografi makro(terbuka di tab atau jendela baru) saya, saya tidak bisa lepas dari Kuas Inpainting(terbuka di tab atau jendela baru). Ini adalah cara tercepat untuk menghilangkan noda debu pada sensor dan memperbaiki kualitas gambar akhir.
Fitur penyesuaian Rentang Tona yang tidak merusak dari Affinity adalah salah satu fitur yang selalu saya rekomendasikan. Fitur ini membuat proses menampilkan kabut gas dan jalur debu yang samar-samar dan tersembunyi di langit malam menjadi jauh lebih mudah, sekaligus tetap memberikan keleluasaan untuk menyempurnakan gambar tersebut di kemudian hari.
Artikel terkait
Oleh Michael Leski • dibaca 11 menit
Oleh Michael Leski • dibaca 7 menit
Oleh Michael Leski • dibaca 8 menit